Kamis, 12 November 2020

     POLTEKAD KODIKLATAD

JURUSAN TEKNIK KOMUNIKASI







DIBUAT OLEH  :

 Nama       :   Ade Rinaldi V. Marthen        (20190422-E)         
                                               

TEKNIK KOMUNIKASI D4 ANGKATAN IV

BATU,        NOVEMBER 2020

PRODUCT UAV AI

SMART TECHNOLOGY


1.     1. Smart missile 

            Guidance system 


Ada empat komponen utama untuk roket skala penuh; sistem struktur atau rangka, sistem muatan, sistem pemandu, dan sistem propulsi. Sistem pemandu roket mencakup sensor yang sangat canggih, komputer terpasang, radar, dan peralatan komunikasi. Sistem pemandu memiliki dua peran utama selama peluncuran roket; untuk memberikan stabilitas bagi roket, dan untuk mengendalikan roket selama bermanuver.

Gerakan benda apa pun dalam penerbangan adalah kombinasi dari terjemahan pusat gravitasi dan rotasi benda di sekitar pusat gravitasinya. Banyak metode berbeda telah dikembangkan untuk mengendalikan roket dalam penerbangan. Semua metode kontrol menghasilkan torsi tentang pusat gravitasi roket yang menyebabkan roket berputar saat terbang. Melalui pemahaman tentang gaya yang bekerja pada roket dan gerakan yang dihasilkan, sistem pemandu roket dapat diprogram untuk mencegat target, atau terbang ke orbit.

Roket stabil adalah roket yang secara alami kembali ke konfigurasi penerbangannya ketika terganggu dari konfigurasi itu. Untuk roket sederhana yang terbang di atmosfer, stabilitas terjamin jika gaya aerodinamis yang bekerja melalui pusat tekanan dipertahankan di bawah pusat gravitasi roket. Sirip yang terletak di bagian bawah roket, atau beban yang ditambahkan ke bagian atas roket membantu membentuk kondisi ini. Untuk roket kompleks, atau untuk roket yang terbang di atas atmosfer, stabilitas dapat disediakan oleh sistem pemandu, menggunakan metode yang sama yang digunakan untuk manuver.

Pada slide ini, kami menunjukkan gambar roket Atlas di kiri dan gambar Pesawat Ulang-alik di kanan. Roket Atlas dikembangkan pada akhir 1950-an dan menggunakan roket vernier kecil di sisi rudal untuk memberikan manuver dan keseimbangan. Pesawat Ulang-alik dirancang pada akhir 1970-an dan menggunakan gimbaling yang lebih modern dari mesin utama untuk memberikan kendali selama peluncuran.

Fire-and-forget


adalah jenis panduan rudal yang tidak memerlukan panduan lebih lanjut setelah peluncuran tembakan, seperti iluminasi target atau panduan kawat, dan dapat mengenai target tanpa berada di garis pandang dari target. sistem ini adalah perlengkapan penting yang perlu dimiliki oleh senjata berpandu, karena seseorang atau kendaraan yang berada di dekat target untuk memandu rudal misalnya laser designator rentan terhadap dampak serangan dan gangguan selama dan setelah serangan sehingga tidak dapat melakukan tugas-tugas lain berikutnya.

-          Secara umum, informasi tentang target tembakan diprogram ke dalam rudal beberapa saat sebelum diluncurkan. Program ini dapat mencakup koordinat, pengukuran radar (termasuk kecepatan), atau gambar inframerah target. Setelah ditembakkan, rudal memandu dirinya sendiri dengan kombinasi giroskop dan akselerometer, GPS, pelacak radar aktif, dan optik lacak inframerah. Beberapa sistem menawarkan opsi input lanjutan dari platform peluncuran fire and forget. Sistem panduan ini lebih mirip pada pada drome quadcopter remote kontrol WIFI GPS mode follow me yang secara otomatis drone terbang mengikuti pemiliknya atau mode return to home (RTH). Drone quad ini populer pada tahun 2010 an.

-          Rudal berpandu anti-tank (ATGM) diarahkan ke target dengan berbagai cara, seperti perintah semi-otomatis untuk saling berhadapan (semi-automatic command to line of sight / SACLOS) dan perintah manual untuk saling berhadapan (manual command to line of sight / MCLOS). Designator laser / range finder juga digunakan untuk menunjuk target sasaran rudal.


                                      Smart bomb 


Sejak beberapa tahun lalu Dislitbangau (Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara) berhasil menelurkan prototipe smart bomb alias bom pintar. Tapi sejak gencar dipamerkan ke hadapan publik pada ajang Indo Defence 2012, hingga kini prototipe bom pintar buatan dalam negeri ini belum juga resmi operasional, penggunaannya masih sebatas pengujian. Meski masih banyak kekurangan disana sini, namun kabarnya bom pintar Dislitbangau dilirik oleh Iran.

Bom pintar ini diberi label BP-250 dengan bobot 250 kg yang merupakan pengembangan dari bom konvensional dengan penambahan alat pengendali sasaran. Prinsipnya, bom BP-250 merupakan bom udara ke darat yang koordinat terhadap targetnya dapat diatur menggunakan alat kendali. Berkat alat pengendali ini, BP-250 dapat menghantam sasaran secara tepat. Sensor elektronik yang merupakan sistem pengendali sirip bom dapat diubah sesuai dengan target yang dituju.

Ujung tombak untuk urusan sensor ini tak lain adalah gyroscope. Pengembangan gyroscope mekanik berbahan baku komponen hardisk menghadirkan gyroscope yang memiliki kemampuan navigasi tinggi dengan biaya rendah. Gyroscope mekanik dikatakan lebih unggul dalam kepekaan terhadap perubahan sikap dan gerakan perlahan. Alat navigasi ini juga dapat dikembangkan dengan memanfaatkan hardisk bekas.

Guidance kit
Bom pintar BP-250 telah dilengkapi perangkat guidance kit. Berbeda dengan rudal, guidance kit ini terletak di bagian ujung belakang bom ini dilengkapi GPS yang siap dioperasikan oleh pilot. Pada prototipe BP-250, sirip bom yang berwarna orange dapat berubah posisi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan baterai. Dengan adanya kelengkapan baru tersebut, maka pilot akan mengendalikan dengan langsung menentukan berapa koordinat sasaran. Sehingga tingkat akurasi jatuhnya bom lebih tepat.

Walau mengusung kata ‘smart’ yang berarti pintar, produk ini juga masih memiliki keterbatasan yakni belum mampu digunakan untuk sasaran yang bergerak. Sebab kendalinya di setting sebelum bom diluncurkan. Sehingga ketika koordinat sasaran berubah, bom ini belum mampu mendeteksi pergerakannya.  



UAV

Unmanned Aerial Vehicle atau disingkat UAV atau sering disebut sebagai dron[1]), adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan dirinya sendiri yang dioperasikan oleh operator, menggunakan hukum aerodinamika untuk mengangkat dirinya, bisa digunakan kembali dan mampu membawa muatan baik senjata maupun muatan lainnya. Penggunaan terbesar dari pesawat tanpa awak ini adalah di bidang militer, tetapi juga digunakan di bidang geografi, fotografi, dan videografi yang dilakukan secara bebas dan terbuka. Di bidang geografi, pesawat tanpa awak digunakan sebagai salah satu wahana pengindraan jauh yang sangat penting dalam pembuatan peta, seperti peta penggunaan lahan, peta daerah rawan bencana, dan peta daerah aliran sungai. Sebuah Rudal walaupun mempunyai kesamaan, tetapi tetap dianggap berbeda dengan pesawat tanpa awak karena rudal tidak dapat digunakan kembali dan rudal adalah senjata itu sendiri.

 

Pemanfaatan pesawat tanpa awak

Pemanfaatan pesawat tanpa awak yang telah menunjukkan hasil menjanjikan di luar negeri umumnya jauh dari konsumen, di lokasi kerja, atau kawasan relatif terpencil yang biasanya menggunakan pesawat berawak.

Perusahaan tambang memakai kamera definisi tinggi yang terpasang pada badan pesawat tanpa awak untuk menciptakan peta tambang tiga dimensi yang penting dalam kalkulasi volume material yang telah digarap. Hal tersebut memungkinkan banyak perusahaan untuk menyesuaikan taksiran produksi. “Lebih cepat, lebih mudah, dan lebih efisien” daripada juru survei manusia atau pesawat berawak, ujar Thomas Lerch, pengguna pesawat tanpa awak untuk kepentingan pengukuran tambang kerikil dan tempat pembuangan sampah akhir di Swiss.

Boeing Scan Eagle


Pesawat berbobot 20 Kg ini dapat terbang selama 15 jam dengan ketinggian lebih dari 16,000 kaki dan kecepatan 60 mil per jam. Pesawat ini dapat diluncurkan baik dari darat maupun dari kapal laut. Scan Eagle adalah pesawat tanpa awak yang tidak dapat dideteksi oleh radar, selin itu suaranya pun hampir tidak terdengar. Scan Eagle terbang dengan dipandu sistem GPS dan dilengkapi dengan kamera dan sensor infra-red.

Rudal subsonic 


3M-54 adalah rudal antikapal domestik yang diluncurkan dari kapal permukaan dan kapal selam, dikembangkan oleh Biro Desain Novator (OKB-8). Penamaan menurut Departemen Pertahanan AS (DOD) adalah SS-N-27A, dengan kode NATO Sizzler.Versi ekspor adalah 3M-54E dan 3M-54E1. 3M-54E memiliki sebutan DOD, SS-N-27B, (tidak memiliki nama sesuai kodifikasi NATO). 3M-54 dan 3M-54E, pada tahapan terakhir peluncuran, dapat melakukan laju supersonik ke arah target, mengurangi kesempatan sistem pertahanan target untuk bereaksi. 3M-54E1 memiliki kemampuan kecepatan subsonik di seluruh penerbangannya. Jarak jelajahnya lebih panjang dari 3M-54E.Nama "Klub" digunakan untuk versi ekspor, 3M-54E dan 3M54E1.Rudal menggunakan sistem modular dengan lima varian yang berbeda: dua jenis anti-kapal, satu untuk serangan darat land attack, dan dua dengan peran anti-kapal selam. Rudal ini dirancang untuk berbagi varian antara peluncuran permukaan dan peluncuran kapal selam. Tetapi masing-masing rudal terdiri dari komponen yang berbeda, misalnya, booster. Rudal dapat diluncurkan dari kapal permukaan menggunakan Vertical Launched System (VLS). Memiliki penguat dengan kemampuan dorong vectoring. Rudal diluncurkan dari kapal selam tidak memerlukan penambahan tersebut, tetapi memiliki booster konvensional sebagai gantinya.










      POLTEKAD KODIKLATAD JURUSAN TEKNIK KOMUNIKASI DIBUAT OLEH  :  Nama       :   Ade Rinaldi V. Marthen        (20190422-E)               ...