POLTEKAD KODIKLATAD
1. 1. Smart missile
Guidance system
Ada empat komponen utama untuk roket skala penuh; sistem struktur atau rangka, sistem muatan, sistem pemandu, dan sistem propulsi. Sistem pemandu roket mencakup sensor yang sangat canggih, komputer terpasang, radar, dan peralatan komunikasi. Sistem pemandu memiliki dua peran utama selama peluncuran roket; untuk memberikan stabilitas bagi roket, dan untuk mengendalikan roket selama bermanuver.
Gerakan benda apa pun dalam penerbangan adalah kombinasi dari terjemahan pusat gravitasi dan rotasi benda di sekitar pusat gravitasinya. Banyak metode berbeda telah dikembangkan untuk mengendalikan roket dalam penerbangan. Semua metode kontrol menghasilkan torsi tentang pusat gravitasi roket yang menyebabkan roket berputar saat terbang. Melalui pemahaman tentang gaya yang bekerja pada roket dan gerakan yang dihasilkan, sistem pemandu roket dapat diprogram untuk mencegat target, atau terbang ke orbit.
Roket stabil adalah roket yang secara alami kembali ke konfigurasi penerbangannya ketika terganggu dari konfigurasi itu. Untuk roket sederhana yang terbang di atmosfer, stabilitas terjamin jika gaya aerodinamis yang bekerja melalui pusat tekanan dipertahankan di bawah pusat gravitasi roket. Sirip yang terletak di bagian bawah roket, atau beban yang ditambahkan ke bagian atas roket membantu membentuk kondisi ini. Untuk roket kompleks, atau untuk roket yang terbang di atas atmosfer, stabilitas dapat disediakan oleh sistem pemandu, menggunakan metode yang sama yang digunakan untuk manuver.
Pada slide ini, kami
menunjukkan gambar roket Atlas di kiri dan gambar Pesawat Ulang-alik di kanan.
Roket Atlas dikembangkan pada akhir 1950-an dan menggunakan roket vernier kecil
di sisi rudal untuk memberikan manuver dan keseimbangan. Pesawat Ulang-alik
dirancang pada akhir 1970-an dan menggunakan gimbaling yang lebih modern dari
mesin utama untuk memberikan kendali selama peluncuran.
Fire-and-forget
adalah jenis panduan rudal yang tidak
memerlukan panduan lebih lanjut setelah peluncuran tembakan, seperti iluminasi
target atau panduan kawat, dan dapat
mengenai target tanpa berada di garis pandang dari target. sistem ini adalah
perlengkapan penting yang perlu dimiliki oleh senjata berpandu, karena
seseorang atau kendaraan yang berada di dekat target untuk memandu rudal
misalnya laser designator rentan terhadap dampak serangan dan gangguan selama
dan setelah serangan sehingga tidak dapat melakukan tugas-tugas lain
berikutnya.
-
Secara umum, informasi tentang target tembakan diprogram ke
dalam rudal beberapa saat sebelum diluncurkan. Program ini dapat mencakup
koordinat, pengukuran radar (termasuk kecepatan), atau gambar inframerah
target. Setelah ditembakkan, rudal memandu dirinya sendiri dengan kombinasi
giroskop dan akselerometer, GPS, pelacak radar aktif, dan optik lacak
inframerah. Beberapa sistem menawarkan opsi input lanjutan dari platform
peluncuran fire and forget. Sistem panduan ini lebih mirip pada pada drome
quadcopter remote kontrol WIFI GPS mode follow me yang secara otomatis drone
terbang mengikuti pemiliknya atau mode return to home (RTH). Drone quad ini
populer pada tahun 2010 an.
- Rudal berpandu anti-tank (ATGM) diarahkan ke target dengan berbagai cara, seperti perintah semi-otomatis untuk saling berhadapan (semi-automatic command to line of sight / SACLOS) dan perintah manual untuk saling berhadapan (manual command to line of sight / MCLOS). Designator laser / range finder juga digunakan untuk menunjuk target sasaran rudal.
Smart bomb
Sejak beberapa tahun lalu
Dislitbangau (Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara) berhasil
menelurkan prototipe smart bomb alias bom pintar. Tapi sejak
gencar dipamerkan ke hadapan publik pada ajang Indo Defence 2012, hingga kini
prototipe bom pintar buatan dalam negeri ini belum juga resmi operasional,
penggunaannya masih sebatas pengujian. Meski masih banyak kekurangan disana
sini, namun kabarnya bom pintar Dislitbangau dilirik oleh Iran.
Bom pintar ini diberi label BP-250 dengan bobot 250 kg yang merupakan pengembangan dari bom konvensional dengan penambahan alat pengendali sasaran. Prinsipnya, bom BP-250 merupakan bom udara ke darat yang koordinat terhadap targetnya dapat diatur menggunakan alat kendali. Berkat alat pengendali ini, BP-250 dapat menghantam sasaran secara tepat. Sensor elektronik yang merupakan sistem pengendali sirip bom dapat diubah sesuai dengan target yang dituju.
Unmanned Aerial Vehicle atau disingkat UAV atau sering disebut sebagai dron[1]), adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan dirinya sendiri yang dioperasikan oleh operator, menggunakan hukum aerodinamika untuk mengangkat dirinya, bisa digunakan kembali dan mampu membawa muatan baik senjata maupun muatan lainnya. Penggunaan terbesar dari pesawat tanpa awak ini adalah di bidang militer, tetapi juga digunakan di bidang geografi, fotografi, dan videografi yang dilakukan secara bebas dan terbuka. Di bidang geografi, pesawat tanpa awak digunakan sebagai salah satu wahana pengindraan jauh yang sangat penting dalam pembuatan peta, seperti peta penggunaan lahan, peta daerah rawan bencana, dan peta daerah aliran sungai. Sebuah Rudal walaupun mempunyai kesamaan, tetapi tetap dianggap berbeda dengan pesawat tanpa awak karena rudal tidak dapat digunakan kembali dan rudal adalah senjata itu sendiri.
Pemanfaatan
pesawat tanpa awak
Pemanfaatan pesawat tanpa awak yang telah menunjukkan hasil
menjanjikan di luar negeri umumnya jauh dari konsumen, di lokasi kerja, atau
kawasan relatif terpencil yang biasanya menggunakan pesawat berawak.
Perusahaan
tambang memakai kamera definisi tinggi yang terpasang pada badan pesawat tanpa
awak untuk menciptakan peta tambang tiga dimensi yang penting dalam kalkulasi
volume material yang telah digarap. Hal tersebut memungkinkan banyak perusahaan
untuk menyesuaikan taksiran produksi. “Lebih cepat, lebih mudah, dan lebih
efisien” daripada juru survei manusia atau pesawat berawak, ujar Thomas Lerch,
pengguna pesawat tanpa awak untuk kepentingan pengukuran tambang kerikil dan
tempat pembuangan sampah akhir di Swiss.
Boeing Scan Eagle

Pesawat berbobot 20 Kg ini dapat terbang selama
15 jam dengan ketinggian lebih dari 16,000 kaki dan kecepatan 60 mil per jam.
Pesawat ini dapat diluncurkan baik dari darat maupun dari kapal laut. Scan
Eagle adalah pesawat tanpa awak yang tidak dapat dideteksi oleh radar, selin
itu suaranya pun hampir tidak terdengar. Scan Eagle terbang dengan dipandu
sistem GPS dan dilengkapi dengan kamera dan sensor infra-red.
3M-54
adalah rudal antikapal domestik yang diluncurkan dari kapal permukaan dan kapal
selam, dikembangkan oleh Biro Desain Novator (OKB-8). Penamaan menurut Departemen
Pertahanan AS (DOD) adalah SS-N-27A, dengan kode NATO Sizzler.Versi ekspor
adalah 3M-54E dan 3M-54E1. 3M-54E memiliki sebutan DOD, SS-N-27B, (tidak
memiliki nama sesuai kodifikasi NATO). 3M-54 dan 3M-54E, pada tahapan terakhir
peluncuran, dapat melakukan laju supersonik ke arah target, mengurangi
kesempatan sistem pertahanan target untuk bereaksi. 3M-54E1 memiliki kemampuan
kecepatan subsonik di seluruh penerbangannya. Jarak jelajahnya lebih panjang
dari 3M-54E.Nama "Klub" digunakan untuk versi ekspor, 3M-54E dan
3M54E1.Rudal menggunakan sistem modular dengan lima varian yang berbeda: dua
jenis anti-kapal, satu untuk serangan darat land attack, dan dua dengan peran
anti-kapal selam. Rudal ini dirancang untuk berbagi varian antara peluncuran
permukaan dan peluncuran kapal selam. Tetapi masing-masing rudal terdiri dari
komponen yang berbeda, misalnya, booster. Rudal dapat diluncurkan dari kapal
permukaan menggunakan Vertical Launched System (VLS). Memiliki penguat dengan
kemampuan dorong vectoring. Rudal diluncurkan dari kapal selam tidak memerlukan
penambahan tersebut, tetapi memiliki booster konvensional sebagai gantinya.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar